Ini 4 Alasan Mengapa Beli Nasi Padang Dibungkus Dapat Porsi Lebih Banyak

- Sabtu, 24 Desember 2022 | 14:49 WIB
Berikut ini alasan porsi Nasi Padang lebih banyak saat dibungkus,dibanding saat makan di tempat, yuk intip di sini (Tangkapan layar Instagram @restoranpadangjaya)
Berikut ini alasan porsi Nasi Padang lebih banyak saat dibungkus,dibanding saat makan di tempat, yuk intip di sini (Tangkapan layar Instagram @restoranpadangjaya)

NASI PADANG adalah cita rasa semua orang. Ungkapan itu tidak salah. Jika kita berada di luar daerah, di tempat yang kurang nyaman untuk mencoba makanan baru, restoran padang adalah andalan. Di resto atau warung Padang, minimal lidah kita akan lebih bisa menerima, meskipun dengan level kelezatan yang berbeda.

Namun, ada satu ‘’tradisi’’ yang pasti kita ketahui bersama. Ya, jika kita membeli nasi Padang bungkus, dipastikan akan mendapatkan porsi nasi yang lebih banyak. Terkadang, pelayan resto bahkan memilihkan lauk yang memang lebih besar. Uniknya, ‘’tradisi’’ ini dilakukan semua warung Padang, bahkan ketika pemilik dan pelayan di resto itu bukan dari suku Padang. 

Ya, berkali penulis mencoba bungkus di warung Padang yang dijual orang Jawa, tetap saja mendapatkan porsi yang lebih ‘’buas’’ daripada makan di tempat.

‘’Kenapa nasinya banyak sekali kalau dibawa pulang, Mas?’’ tanya penulis saat membeli bungkusan di Warung Padang Simpang Empat, yang penjualnya kentara sekali orang Jawa.

‘’Nggak tahu, katanya kalau dibawa pulang nasi harus dibungkuskan lebih banyak. Saya ngikuti aja, hehe…’’ kekeh Mas Saiful, pemilik merangkap juga pelayan bersama dua karyawan lainnya, plus istrinya di meja kasir.

Nah, jika Anda juga penasaran mengapa nasi Padang yang dibungkus mendapat porsi lebih besar, ternyata ada kisah seru di dalamnya. Saat penulis tanya kepada pelayan di Resto Padang Sederhana, mereka berkata hal itu sudah diwariskan sejak zaman Belanda, dan dijadikan ‘’tradisi’’ semua warung Padang. 

‘’Kalau nggak salah, katanya sebagai cara membantu para pejuang agar bisa makan bersama,’’ kata Uda Faisal. Dia memastikan cerita itu diwariskan dan sudah menjadi pengetahuan umum di mana-mana.

Baca Juga: 5 Hal Paling Pedih yang Haram Diucapkan kepada Pasangan

Kisah Ampera

Alkisah, cerita tenarnya nasi Padang dimulai pada abad ke-19, ketika Kota Padang menjadi pintu gerbang aktivitas perekonomian di Sumatera Barat. Di masa kolonial Belanda, di Sumatera Barat banyak tempat-tempat peristirahatan pejabat dan pedagang yang menjual hasil bumi. 

Karena banyak orang berkumpul, banyak aktivitas, maka rumah makan pun mulai juga nongol. Warung warung kecil sih, awalnya. Dulu disebut lapau nasi,  los makan, los lambuang, atau juga karan. 

Restoran Padang mulai populer dan dipakai banyak warung dan resto, setelah ada iklan di koran untuk mempromosikan lapau nasi itu dengan nama "Padangsch Restaurant” di sekitar tahun 1937.  Karena iklan ini kerap tayang di koran, dan menjadi percakapan para amtenar Belanda, dan populer, warung dan lapau nasi lain pun ‘’nunut’’ dan menyebut nama mereka secara serempak menjadi resto atau warung Padang.

Dan popularitas resto Padang ini kian menjulang ketika banyak perantau dari Sumatra Barat membuka usaha sejenis di manapun mereka berada. Jadi, iklan yang masif dan resto yang mudah dijumpai menjadi picu utama cepatnya populer masakan ini.

Lalu, kembali ke laptop, bagaimana kisahnya sampai porsi bawa pulang alias bungkus dapat lebih banyak sampai wah-wah?

Setidaknya, ada empat versi tentang hal itu. Versi pertama, resto Padang dulu identik dengan makanan orang kaya, para amtenar Belanda. Padahal, pemilik resto justru pribumi sejati. Karena itu, sangat sedikit pribumi yang mampu membeli masakan ini. Lalu muncullah ‘’solidaritas pribumi’’, yang memberikan porsi lebih kepada  mereka yang membeli untuk dibawa pulang, dengan tujuan keluarga di rumah juga dapat ikut menikmati masakan enak itu. Jadi, tidak terlalu jauh kesenjangan antara orang Belanda dan pribumi soal makanan.

Halaman:

Editor: Langit Bara Lazuardi

Tags

Terkini

Makanan yang Harus Ada Saat Perayaan Cap Go Meh

Minggu, 5 Februari 2023 | 14:30 WIB

Menikmati Sensasi Pedas Bakso Jumbo Diier di Semarang

Sabtu, 28 Januari 2023 | 08:58 WIB

6 Variasi Makanan yang Nggak Bikin Berat Badan Naik

Kamis, 19 Januari 2023 | 18:45 WIB

Kepiting Jantan dan Betina, Enak Mana?

Senin, 9 Januari 2023 | 10:36 WIB

Cara Membuat Leum Kleun Ala UMWA

Senin, 2 Januari 2023 | 18:14 WIB
X